Kisah Rabiah Al-Adawiyah (Proses Mencari Cinta Hakiki – bag.1)

Posted on Updated on

"segala kekuatan hanya dari Allah"Rabiah Al-Adawiyah, sebuah nama yang tak cukup sulit untuk diucapkan dan diingat namun namanya dikenang dan terkadang menjadi inspirator bagi kaum sufistik baik laki-laki maupun perempuan. Meskipun dia adalah seorang perempuan namun derajat kedekatannya kepada Allah mampu mengalahkan kaum adam dan “namanya”pun disejajarkan dengan para Auliya’ yang lain seperti Syeikh Abdul Qadir Jailani ataupun Syeikh Abi Hasan Ali Sadili (radliyallahu ‘anhum). Bahkan dalam kisahnya (di film yang saya lihat) Rabiah dapat lebih mencintai Allah melebihi guru spiritualnya yang bernama Syeikh Suban.

Profil dari Rabiah Al-Adawiyah adalah dia seorang gadis cantik yang dianggap sebagai budak lantaran hidupnya yang sebatang kara (yatim piatu) sejak kecil. Pada mulanya Rabiah juga sama seperti manusia atau perempuan lainnya, dia memimpikan suatu saat mempunyai harta dan tentunya perhiasan emas selalu ada di sekitarnya. Begitu inginnya memiliki harta melimpah ruah namun melihat keadaan yang nyata atas dirinya sendiri Rabiah hanya bisa membayangkan dalam angan-angan saja. Makanan yang sedikit dia bayangkan sebagai makanan yang sangat nikmat layaknya sajian dalam istana. Begitu juga ketika dia tidur di atas bebatuan maka yang dia bayangkan adalah sedang tidur di atas tumpukan batangan emas yang banyak.

Suatu ketika dia terbangun dari kasur keras yang terdiri dari tumpukan bebatuan, dia ingin kembali ke bibinya Kurd yang mengasuhnya dari kecil. Sebelum sampai di rumah, dia melintas di dekat segerombolan para pemuda yang ternyata adalah gerombolan para perampok. Secara sembunyi-sembunyi Rabiah mendengarkan rencana berbahaya yang akan dilakukan para permpok tersebut yang ingin menghadang saudagar kaya dari Basrah yang bernama Ishomuddin.

Setelah para perampok tersebut membulatkan tekadnya untuk menghadang Ishomuddin, mereka pun bergegas menuju tempat yang akan dilewati oleh Ishomuddin. Namun secara diam-diam ternyata Rabiah membuntuti para perampok itu dengan niat ingin menyelamatkan Ishomuddin. Beberapa saat kemudian benar adanya. Terlihat dari kejauhan Ishomuddin menunggang kudanya akan melewati jalan yang telah dipenuhi segerombolan perampok. Salah seorang perampok bersiap-siap di atas pohon kurma dan membawa sebalok kayu untuk dilemparkan kepada Ishomuddin agar celaka dan terjatuh dari kudanya. Namun sebelum balok kayu tersebut dilemparkan kepada Ishomuddin yang sudah dekat dengan jalan tersebut maka Rabiah muncul dan beteriak kepada Ishomuddin memberikan peringatan untuk berhenti dan selamatlah Ishomuddin, kayu balok hanya jatuh tepat dihadapannya saja tanpa mengenai sedikitpun tubuhnya atau kudanya. Dengan segera Ishomuddin turun dari kudanya dan mencabut cemeti yang selalu dibawanya dan mencambuk beberapa perampok yang akhirnya lari ketakutan.

Peristiwa ini kemudian menjadi awal perkenalan Rabiah dengan Ishomuddin. Sejenak memandang wajah Ishomuddin Rabiah hatinya terpikat apalagi Ishomuddin terkenal sebagai saudagar kaya dari Basrah dan berwajah tampan. Ishomuddin lantas berterima kasih kepada Rabiah yang telah menyelamatkan nyawanya dan memberikan Rabiah sekantong uang serta meminta kepada Rabiah suatu saat agar menemuinya di Basrah. Begitu pulang ke rumah, Rabiah merasakan hatinya sedang bahagia bukan hanya karena mendapatkan sekantong uang tetapi dia juga telah jatuh hati terhadap saudagar tampan itu dan akhirnyapun Rabiah merencanakan untuk pergi ke Basrah menemui Ishomuddin dan berharap akan diberi pekerjaan untuknya.

Keesokan harinya, Rabiah benar-benar melaksanakan niatnya untuk pergi ke Basrah menemui Ishomuddin sambil membawa sekantong uang yang diberikan oleh Ishomuddin kepada Rabiah. Di tengah jalan ternyata tidak disangka-sangka ada beberapa pemuda yang ternyata dari gerombolan perampok yang gagal menghadang Ishomuddin melihat Rabiah sedang jalan sendiri menuju Basrah dengan membawa sekantong uang. Pikiran busuk pemuda tersebut akhirnya muncul ingin merebut uang yang dibawa Rabiah dan juga ingin menyekap Rabiah untuk dijual kepada para saudagar di Baghdad. Dengan cepat akhirnya para pemuda itu berhasil merebut uang yang dibawa Rabiah tapi gagal menyekap Rabiah karena dia lari dengan cepat ingin menyelamatkan diri dan pemuda perampok itupun terus mengejarnya.

Sesampai di suatu tempat, Rabiah melihat sebuah rumah kecil dan dia lantas masuk begitu saja ke dalam rumah itu yang ternyata adalah rumah Syeikh Suban dan Rabiah menceritakan keadaan yang sedang dialaminya kepada Syeikh Suban bahwa sedang dikejar oleh perampok dan pada saat itu pula ternyata para pemuda perampok itu sedang ada di depan rumah Syeikh Suban. Rabiah sangat ketakutan dan meminta tolong kepada Syeikh Suban agar mau melindunginya. Syeikh Suban akhirnya keluar rumahnya dan bertanya kepada para pemuda itu apa yang sedang dicarinya. Melihat Syeikh Suban bertanya, para pemuda itu akhirnya mengurungkan niatnya mengejar Rabiah dan mengatakan kepada Syeikh Suban bahwa tidak ada apa-apa.

Rabiah akhirnya lega dan mengucapkan terima kasih kepada Syeikh Suban. Ini adalah pertemuan pertama antara Rabiah dengan Syeikh Suban. Sebelum Rabiah meninggalkan rumah Syeikh Suban dan kembali menuju Basrah, Syeikh berpesan kepda Rabiah. Isi pesan itu adalah mengingatkan kepada Rabiah agar selalu mengingat Allah, dengan senantiasa mengingat Allah maka Allah akan melindunginya dan ketika bertobat hanyalah kepada Allah tempat kembali. Setelah mendengarkan pesan dari Syeikh Suban Rabiah lalu meninggalkan rumah Syeikh Suban dan kembali melanjutkan perjalanan ke Basrah.

BERSAMBUNG………. Klik di Sini

6 pemikiran pada “Kisah Rabiah Al-Adawiyah (Proses Mencari Cinta Hakiki – bag.1)

    cikbeckk berkata:
    26 Juni 2011 pukul 6:22 am

    apa nama tajuk citer rabiah tuh yg difilemkan? nak tau tajuk dia. awk ada upload citer dia tak?

    Kenthuk Anti-You berkata:
    1 Februari 2012 pukul 2:43 pm

    masih adakah wanita zaman skarang sprti anda?

    muhammad541d responded:
    13 Februari 2012 pukul 3:15 am

    mudah2an masih ada… hanya saja mungkin kita tak tau keberadaannya…

    susanti uyee berkata:
    16 Mei 2012 pukul 4:24 am

    pengen loh jadi wanita seperti dia , hehe

    muhammad541d responded:
    17 Mei 2012 pukul 10:20 pm

    lawong saya yg laki2 ja pgn juga pux ktgguhan spti beliau… ^_^

    rabi'ah adawiyah berkata:
    7 November 2012 pukul 3:28 pm

    Saya harap satu hari nanti.Saya akan dpat berjumpa juga dgn wanita seperti Rabi Al’adawiyah.Tapi,Di manakah saya akan menemuinya?Di malaysia?Indonesia?Arab atau sebaliknya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s