RSS

Rabiah dan Hiruk Pikuk Basrah

28 Feb

Rabiah berterima kasih kepada Syekh Suban yang menyelamatkan dirinya, dan segera iapun melanjutkan perjalanannya ke Basrah dengan segera ia berangkat dengan bekal semangat dan senang karena terbebas dari pemuda yang mengejarnya.

BasrahAkhirnya sampai juga Rabiah di Basrah. Ketika ada di Basrah begitu takjub hatinya melihat keadaan di sana. Tapi hal itu wajar karena Rabiah berasal dari desa terpencil yang jarang sekali dan jauh dari keramaian. Apalagi melihat banyak pedagang pakaian ataupun makanan yang tidak pernah dijumpainya ketika di desanya. Disaat menikmati keramaian kota Basrah tak disadari oleh Rabiah dia telah diawasi seorang makelar Budak sepasang suami istri.

Suami istri tersebut memperhatikan gerak-geriknya dan mengikutinya kemanapun Rabiah pergi. Beberapa saat kemudian sang suami memutuskan untuk mendekati dan mencoba membujuk Rabiah agar mau mengikutinya dengan berpura-pura akan menjadikannya anak padahal orang itu berniat akan menjadikannya budak dan dijual kepada saudagar di Basrah sehingga dapat ganti uang yang banyak. Rabiah menolaknya dan tidak menghiraukannya serta pergi meninggalkannya. Selamatlah Rabiah dari orang tersebut.

Sesaat setelah menolak bujuk rayu orang tadi, Rabiah dari kejauhan melihat orang menjadi idamannya yakni Ishomuddin sedang menunggang kuda menujua sebuah tempat. Begitu inginnya Rabiah menemui Ishomuddin, ia pun akhirnya mengejarnya. Namun sayangnya sebelum berjumpa dengan Ishomuddin dengan tidak disangka-sangka dia bertemu kembali dengan dua orang pemuda yang mengejarnya sewaktu dalam perjalanan menuju Basrah. Kejar-kejaran terjadi kembali. Rabiah kembali merasa ketakutan dan kebingungan mencari tempat berlindung dari kejaran dua penjahat tersebut. Dan lagi, Rabiah beruntung karena diselamatkan oleh seorang perempuan dan memintanya bersembunyi di rumahnya. Dan kurang beruntung yang kedua kalinya bagi pemuda penjahat yang mengejar Rabiah.

Di dalam rumah wanita itu Rabiah sangat senang karena telah diselamatkan. Begitu juga wanita itu merasakan senang, karena ternyata wanita yang menyelamatkannya adalah istri dari orang yang membujuk Rabiah sewaktu di pusat kota Basrah. Tak lama setelah Rabiah masuk rumah wanita itu, datanglah suami wanita itu dengan merasa senang juga akhirnya mendapatkan orang yang dikejarnya sebagai budaknya.

Di dalam rumah itu, Rabiah menunjukkan dirinya sebagai orang desa yang jarang melihat perhiasan serta makanan yang lezat. Rabiah menghampiri tumpukan gaun-gaun yang indah milik wanita itu. Dengan segera niat busuk semakin kuat. Wanita pemilik rumah itu segera mengatakan kepada Rabiah bahwa gaun-gaun indah itu bisa jadi miliknya asalkan mau menjadi putri angkatnya. Tanpa berpikir panjang Rabiah menyetujui penawaran (bohong) pemilik rumah. Beberapa hari Rabiah ada di dalam rumah itu dengan dimanjakan gaun indah serta makanan yang lezat.

Suatu ketika Rabiah dalam keadaan cintanya memakai gaun yang indah dia sambil bernyanyi menunjukkan kebahagiaan hatinya. Tidak diketahui oleh Rabiah ternyata sedang disaksikan diam-diam oleh suami wanita pemilik rumah. Laki-laki itu sebenarnya kagum atas keindahan suara Rabiah, namun kekagumannya terpikirkan olehnya akan menghasilkan uang yang banyak andai Rabiah mau bernyanyi di depan para saudagar Basrah. Apalagi laki-laki itu mengetahui bahwa nyanyian Rabiah seakan merindukan seorang laki-laki sebagai pendamping hidupnya.

Setelah Rabiah bernyanyi, sang pemilik rumah (laki-laki) membujuk Rabiah agar mau bernyanyi di tempat para saudagar Basrah berkumpul. Mendengar kata saudagar Basrah, Rabiah langsung bertanya apakah di tempat itu ada Ishomuddin yang menyaksikannya dan dijawab dengan kebohongan bahwa dia akan dibawa bernyanyi di depan Ishomuddin dan akan dipertemukan dengannya. Mendengar jawaban yang meyakinkan itu, Rabiah menyanggupi ajakan laki-laki itu serta mempersiapkan dirinya menuju tempat berkumpulnya para saudagar Basrah.

Ibu angkatnya mendandani Rabiah dengan gaun yang indah serta perhiasan dan penampilan yang membuat Rabiah semakin cantik. Dengan berdebar dan senang hatinya, Rabiah merasa benar-benar akan dipertemukan dengan lelaki idamannya Ishomuddin. Berangkatlah ia ditemani laki-laki yang mengaku menjadi ayah angkatnya. Dan memang benar, Rabiah dibawa ke tempat para saudagar Basrah berkumpul mendengarkan para wanita-wanita cantik bernyanyi atau bersyair. Pemilik tempat itu adalah saudagar Basrah yang bernama Khalil. Sebelum Rabiah diminta bernyanyi, dia ditempatkan di belakang pintu tempat utama namun masih bisa melihat kerumunan saudagar dari jendela.

Penampilan pertama malam itu adalah istri dari Khalil sendiri yang bernama Dalaal. Ketika Dalaal keluar dan brada di tengah-tengah saudagar Basrah segera ia bersyair dan bernyanyi. Namun sayang suwaranya bukan membuat para saudagar melayang tetapi malah banyak yang menahan perutnya supaya tidak sampai tertawa keluar terbahak-bahak. Tidak terkecuali Rabiah, ia sendiri merasa geli mendengar suwara Dalaal. Namun sayang, Rabiah tidak bisa menahan ketawanya sehingga ia di belakang pintu tertawa lepas hingga terdengar oleh sang pemilik tempat, Khalil. Khalil merasa tersinggung dan sedikit marah meminta orang yang menertawakannya supaya keluar dan menantang apakah suwaranya lebih baik ataukah lebih buruk dari Dalaal.

—– BERSAMBUNG —–

 

Tentang muhammad541d

namaku MUHAMMAD SAID, aku terlahir di kota udang Sidoarjo. sebenarnya aku lahir di surabaya, tapi akta kelahiranku berkata demikian dan dibuat demikian. kehidupan yang rligius mewarnai khidupanku sehari-hari. mulai dari keluarga sampai perjalanan hidup saat ini yang aku jalani. "TUJUAN SEJATI DARI PERJALANAN HIDUP INI ADALAH MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH SWT DENGAN BERIMAN DAN BERTAQWA KEPADA-NYA" pengalaman religius lebih banyak kudapatkan dari Pondok Pesantren. dengan memepelajari aqidah dan syariat mampu menjadikanku sedikit pemahaman tentang kebesaran Tuhan dan Kekuasaannya. namun ku tak mengesampingkan dunia. dunia hanya sebagai alat atau kendaraan untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.
3 Comments

Posted by pada 28 Februari 2011 in Islam

 

Kaitkata: , , , ,

3 Responses to Rabiah dan Hiruk Pikuk Basrah

  1. Moh.Rifqi Maulana

    10 Maret 2011 at 12:50 pm

    Saya senang sekali membaca kisah ini. Tapi mana kelanjutnnya?. Saya ingin sekali nonton filmnya Rabiah Adawiyah yg akhir hayatnya membuat batin kita gerimis itu. Syair2 tajam dan lembut disuarakan oemi kulsum yang membut batin ini sejenak lepas dari dahaga. Salam!

     
  2. muhammad541d

    12 Maret 2011 at 2:41 am

    seharusnya emang skrg dah waktunya saya tuliskn kelanjutannya tapi mhon maaf badan masih gbs beraktifitas panjang…. insya allah jika sehat nanti akan segera saya posting kembali kelanjutannya…. mohon doanya y????? :D
    syukron uda mau mampir….

     

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.