RSS

Darsem, sang TKW yang “bebas” dan yang “diancam”

21 Sep

Lain dulu, Lain sekarang

Ketenangan Darsem, mantan tenaga kerja wanita (TKW) yang lolos dari hukuman pancung di Arab Saudi, mulai terusik. Itu setelah ia menerima sebuah surat yang mengatasnamakan ratusan ribu masyarakat dari Jakarta, Depok, dan Tangerang, yang memberi sumbangan pada Darsem.

Entah benar atau tidak, yang jelas surat itu berisi ancaman bahwa mereka akan menarik dana sumbangan yang telah diterima Darsem. Itu jika mantan TKW ini menggunakan dana tersebut, untuk berfoya-foya dan bukan membantu TKI lainnya.

Sementara itu, Darsem yang sudah kembali rujuk dengan suaminya, Samudin, kini sedang sibuk menggelar pesta sunatan anaknya selama dua hari dua malam sejak Sabtu (17/9) hingga Senin besok. Untuk acara itu ia sudah menyiapkan anggaran Rp 50 juta.

Perilaku Darsem mulai berubah ketika ia menjadi kaya mendadak setelah menerima uang Rp 1,2 miliar sumbangan pemirsa televisi yang bersimpati atas nasibnya. Lepas dari hukum pancung setelah ditebus Rp 4,7 miliar oleh pemerintah, Darsem malah membeli gelang dan kalung emas serta rumah baru. Sejumlah orang langsung bereaksi dan menganggap Darsem tidak bijak menggunakan uang hasil sumbangan.

sumber : http://id.berita.yahoo.com/dinilai-foya-foya-darsem-diancam-donatur-223900175.html

secara moral, memang menurut saya pribadi berpendapat bahwa Darsem lupa akan masa kritisnya ketika menghadapi hukuman pancung di tanah Arab. 4miliar lebih dikeluarkan Pemerintah demi kebebasannya dan setelah dia mendapat kebebasan dia juga mendapatkan dana sumbangan simpatisan kepada Darsem yang hampir dua miliar jumlahnya tetapi sungguh seakan tak ada pengaruh untuk mengetuk hatinya berubah menjadi lebih baik seperti yang diharapkan banyak masyarakat Indonesia. Jangankan menjadi lebih baik, kini sifatnya semakin tak memperdulikan peristiwa masa lalunya yang hampir mencabut nyawanya dan menggunakan dana sumbangan untuk memperkaya diri dan berfoya-foya dengan dalih uang itu sudah menjadi haknya. Sebuah kenyataan yang membuat para penyumbang kecewa atas perilakunya sehingga muncullah ancaman penarikan dana sumbangan itu.

Namun yang lucu dari kejadian ini, seseorang yang menyumbangkan hartanya kepada orang lain dengan niat awalnya memang diberikan kepada orang tersebut tetapi kini mau diminta lagi, berarti nyumbangnya gak ikhlas dong??? hehehe

 

Tentang muhammad541d

namaku MUHAMMAD SAID, aku terlahir di kota udang Sidoarjo. sebenarnya aku lahir di surabaya, tapi akta kelahiranku berkata demikian dan dibuat demikian. kehidupan yang rligius mewarnai khidupanku sehari-hari. mulai dari keluarga sampai perjalanan hidup saat ini yang aku jalani. "TUJUAN SEJATI DARI PERJALANAN HIDUP INI ADALAH MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH SWT DENGAN BERIMAN DAN BERTAQWA KEPADA-NYA" pengalaman religius lebih banyak kudapatkan dari Pondok Pesantren. dengan memepelajari aqidah dan syariat mampu menjadikanku sedikit pemahaman tentang kebesaran Tuhan dan Kekuasaannya. namun ku tak mengesampingkan dunia. dunia hanya sebagai alat atau kendaraan untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.
Leave a comment

Posted by pada 21 September 2011 in Campuran, World Story

 

Kaitkata: , , , ,

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.