TAK SEPANTASNYA MUI MENGHARAMKAN ROKOK

Posted on Updated on

Tertanggal 26 Januari 2009 keputusan Majelis Ulama Indonesia telah dipublikasikan ke masyarakat luas Indonesia. Keputusan apakah itu……????

Pasti semua sudah pada mengetahui salah satu keputusan yang dikeluarkan MUI pada tanggal sebelumnya yakni tanggal 25 Januari 2009, yakni tentang “Hukum Rokok”. MUI telah menyatakan bahwasannya hukum Rokok HARAM!!!!!

Eiittttt….. gak usah keburu protes ato seneng dulu sebelum baca pendapatku ini (gak bermaksud mau nandingi MUI hehehehe)

Sebelum saya berkomentar tentang keluarnya fatwa haram rokok dari MUI itu ada baiknya kita flashback dulu tentang hukum rokok sebelum diharamkan MUI kemarin.

Pendahuluan dulu ya??
Perdebatan tentang hukum rokok ini sebenarnya sudah terjadi sejak zaman dulu ketika George Bush atau Obama jadi Presiden (he he he). Rokok dipandang sebagai sebuah barang layaknya makanan bagi para penikmat dan pecintanya. Bahkan saking dinikmatinya, seolah-olah rokok menjadi kebutuhan yang wajib dikonsumsi setiap hari khususnya diwaktu bekerja keras/lembur atau sehabis makan (katanya sih begitu). Pada awalnya rokok hanya dikonsumsi oleh orang-orang pria dewasa, tapi saat ini sudah menjalar sampai perempuan dan lebih tragisnya lagi sudah dikunsumsi anak-anak di bawah kasur. Eiiit.. maksudnya di bawah umur!! He he he

Hal ini tentu sangat meresahkan banyak orang terutama para orang tua yang memiliki putra di bawah umur. Terlebih data yang diterima banyak RS banyak orang sakit kanker paru-paru akibat kebanyakan rokok bahkan sampai pada menghilangkan Baterai Raga (maksudnya jiwa/ruh alias meninggal).

Jika dilihat berdasarkan sejarahnya, secara pribadi saya belum mengetahui apakah pada zaman Nabi Muhammad rokok sudah menjadi kebiasaan masyarakat waktu itu. Yang jelas rokok termasuk kebudayaan dari salah satu bangsa arab mungkin namanya saja yang lain tapi esensinya sama (menyedot asap dari tembakau atau cengkeh). Munculnya kebiasaan merokok tersebut juga memunculkan hukumnya. Pada saat itu hukum rokok yaitu “MAKRUH” (Lebih baik ditinggalkan) dengan alasan selain Nabi tak pernah melakukannya, merokok juga dapat merusak kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan. Dikarenakan hukumnya sebatas MAKRUH, artinya hukum ini tidak menolak seseorang untuk merokok. Merokok diperbolehkan. Hanya saja lebih baik ditinggalkan.

Saat-saat Keluarnya Fatwa
Terkait fatwa MUI kemarin, mungkin kita tahu jauh hari sebelumnya telah terjadi demo atau aksi yang dilakukan oleh persatuan perempuan anti rokok (lupa nama organisasinya) dan juga dari oraganisasi-organisasi lainnya. Mereka menuntut kepada Pemerintah untuk membatasi jumlah rokok dengan melarang rokok di tempat umum (awalnya tok). Kemudian ditanggapi oleh Pemerintah (DKI) dengan mengeluarkan peraturan yang mengatur tempat bebas rokok dan tempat tidak bebas rokok, he he he
Dan ini dijalankan dengan cukup baik (menurut penulis). Namun sejalan dengan itu, isu menentang rokok ini sampai kepada MUI. Organisai-organisasi tadi mendatangi MUI untuk mencari dukungan agar memberikan fatwa atau mengeluarkan hukum tentang larangan merokok.

Sejak itu pula banyak masyarakat dari lapis A sampai Z ramai membicarakan tentang rokok. Dan seperti biasanya juga ada yang mendukung/Pro dan ada yang menolak/Kontra jika MUI benar-benar mengeluarkan fatwa larangannya.

Ternyata isu pelarangan rokok ini tidak hanya sampai pada MUI saja, tetapi juga membuat Pemerintah Pusat turut campur menangani isu ini dengan segera meminta kepada MUI untuk mengeluarkan fatwa yang jelas Haram tidaknya rokok.

Jangankan masyarakat, dari jajaran MUI sendiri ada yang pro dan ada juga yang kontra. Kalau dilihat-lihat mereka yang pro 90 persennya adalah orang yang tak merokok, begitu juga yang kontra, 90 persennya adalah para pemakai rokok. Hal ini wajar-wajar saja, yang pro merasa ringan dan tak ada beban untuk mengharamkan rokok karena mereka bukan konsumen rokok. Sedangkan yang kontra juga demikian, menolak karena mereka adalah konsumen rokok apalagi nggak (belum) merasakan efek negatifnya.

Secara wajar, bagaimanapun juga anak dalam kandungan pasti lahir… lho kok ????
Yup!!! Bagaimanapun juga akhirnya keputusan fatwa MUI tentang rokok keluar juga…
Dan hasilnya sangat menyenangkan dan menyedihkan.
Menyenangkan bagi mereka yang mendukung dilarangnya atau diharamkannya rokok, dan menyedihkan bagi mereka konsumen rokok.

Tanggapan Penulis
Sumber yang saya dapatkan dalam tulisan ini bukan dari fatwa MUI yang resmi. Tapi sumber ini didapat dari perdebatan antara pro dan kontra hukum rokok di salah satu televisi swasta yang menghadirkan masing-masing kubu. Kubu pro dihadirkan salah seorang ulama MUI dan yang kontra juga seorang Ulama.

Dan akhirnya kemarin MUI menyatakan hukum rokok adalah HARAM dengan berbagai faktor yang mendukungnya. Salah satunya yaitu Mengganggu kesehatan jasmaniah yang bisa sampai menghilangkan jiwa / merenggut nyawa. Dan membahayakan jiwa bagi orang yang sakit.

Dari alasan tersebut saya berpendapat MUI tak perlu mengeluarkan fatwa HARAM mengkonsumsi rokok. Kok bisa???

Yup!!!!
Menurut kaca mata saya (kaca helm boleh juga. He he he) hukum rokok tetap seperti pada hukum sebelumnya yakni MAKRUH. Alasan membahayakan jiwa perlu dikaji ulang jika digunakan sebagai alasan diharamkannya rokok.

Ada banyak hal yang dapat membahayakan jiwa. Jangankan jiwanya sendiri, jiwa orang lainpun bisa juga menjadi korbannya. Sebut saja Ngebut waktu naik motor. Jika terjadi kecelakaan bukan hanya luka tetapi juga bisa merenggut nyawa bahkan nyawa orang lain juga bisa ikutan. Ngebut? Haram juga donk!!! Dan pasti dosa juga donk!!!!
Atau ada hal lain lagi yang berhubungan dengan penyakit juga ada. Sebut saja orang yang sedang sakit darah tinggi atau stroke. Pasti kita tahu orang darah tinggi sangat disarankan untuk menjauhi makanan seperti daging dan yang berlemak tinggi. Boleh saja orang darah tinggi gak boleh makan daging. Tapi apakah berarti jika dia makan daging dia juga mendapat dosa???

MUI perlu memberikan penjelasan dan batasan kata HARAM yang dimaksud. Jika yang dimaksud HARAM adalah yang mengerjakannya mendapat DOSA, dan HARAM karena bahaya…. Wuihhh banyak juga donk yang dapat dosa bukan karena merokok????

Penolakan saya atas fatwa MUI yang mengharamkan rokok bukan karena saya sebagai konsumen rokok. Dari kecil sampe bisa nulis ini, saya belum pernah mencicipi yang namanya rokok. Saya benci rokok tapi bukan berarti saya harus bilang rokok Haram. Namun, saya mengakui setuju jika dikatakan hukum rokok adalah MAKRUH.

Memang bener dan saya akui rokok banyak juga efek negatifnya. Tapi bukan berarti semerta-merta fatwa Haram harus dikeluarkan. Beberapa hal menurut saya jika rokok diharamkan juga menimbulkan efek negatif. Diantaranya yaitu dilihat dari sisi Ekonomi. Berapa besar nantinya jumlah pengangguran yang diakibatkan oleh hilangnya rokok di Indonesia??? Jika sudah banyak yang menganggur, apakah jumlah kemiskinan juga tidak bertambah??? Mampukah MUI menjamin kelangsungan hidup para pekerja yang di PHK jika nantinya industri rokok tutup???

Sebenarnya banyak sekali hal-hal yang harus lebih dipertimbangkan kembali oleh MUI terkait pengeluaran fatwa haram rokok. Belum lagi permasalahan yang harus diharamkan lebih dari rokok sebenarnya juga masih banyak. Lihat saja di supermarket atau hypermarket yang sepintas hanya menjual barang halal tetapi ternyata juga menjual barang haram seperti Minuman ber-alkohol alias minuman keras. Lebih-lebih minuman tersebut mendapatkan izin dari pemerintah untuk diperjualbelikan. Bagaimana tanggapan MUI tentang hal ini, bereaksi kah??? Apakah mereka berani mengeluarkan fatwa??? Mereka harus berani. Tetapi sayang lebih mementingkan hal-hal yang kecil yang tak sepantasnya dikeluarkan fatwa haram. Belum lagi jika dilihat dari sisi berapa kerugian negara akibat diharamkannya rokok yang tak seharusnya haram???

Berpikir ke depan memang tak semudah yang kita harapkan….
Jangan biarkan kita terjebak menghalalkan barang yang haram….
Dan jangan biarkan nafsu kita mendorong mengharamkan barang yang halal….

2 thoughts on “TAK SEPANTASNYA MUI MENGHARAMKAN ROKOK

    honey said:
    27 Januari 2009 pukul 9:16 pm

    appn fatwanya………………… yg penting LA lights……. ENJOY AJA……… sbuah indikasi kyai yang mggnkn kekuasaan tuk sbuah kpntingan yg tak jls(politik kpentingan atas nma agama)tgl sp yg ptut n pntas dpcy?lht ja skg spa yang jd panutan n sp yg jd tontonan???????????????

    muhammad541d responded:
    28 Januari 2009 pukul 1:30 am

    hmmmmm……….
    ne yang ku suka dari seorang Honey……..
    it’s the excellent comment….
    don’t 4 get me and selalu lihat blogku yaaaa
    I O U

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s