Monolog Butet “Salah Tempat”????

Posted on Updated on

Sehari kemarin KPU mempunyai hajatan yang cukup besar. Hajatan tersebut berupa deklarasi kampanye damai antar Capres-Cawapres yang akan bertarung tidak lama lagi untuk menjadi orang nomor1 dan nomor2 di Indonesia.

Namanya saja acara “Deklarasi Kampanye Damai” tentunya dalam acara tersebut para capres dan cawapres ingin menunjukkan bahwa pada saat kampanye dirinya berjalan damai tanpa ada saling serang, menghujat, atau menghina dan lebih dari semua itu.

Suatu penghormatan yang besar kepada KPU karena ketiga pasang capres-cawapres datang di acara tersebut.

Namun, sebuah sesi acara dianggap cukup mengganggu dua pasangan capres-cawapres khususnya pasangan SBY BERBUDI. dalam sesi hiburan tari, sungguh mengejutkan dan cukup membuat semua memfokuskan perhatiannya kepada sela-sela hiburan tari tersebut karena SBY (Si Butet dari Yogya) naik panggung.

Saya Yakin dan Anda pasti juga yakin Butet akan memberikan sebuah monolog tentang capres-cawapres atau tentang pemilu.Awalnya itu adalah sebuah hal yang wajar karena Butet adalah seorang seniman.

yang membuat gusar dan risau SBY BERBUDI dan TSnya adalah ternyata isi monolog Butet sangat terlihat jelas menyudutkan SBY BERBUDI. dari televisipun kita bisa melihat bagaimana raut wajah Presiden RI tersebut mendengar monolog butet. Yusuf Kala terlihat antusias mendengar monolog Butet apalgi pasangan MEGA PRO terlihat santai dan keceriaan serta sorakan dari pendukungnya saling bersahutan.

Beberapa kalangan mengatakan bahwa Butet menyampaikan monolognya dalam kampanye damai capres-cawapres tidak tepat. selain “korupsi waktu”, butet juga tak seharusnya menyampaikan kritik pedas itu pada kampanye damai. namanya saja damai kok ya masih ada kritik tajam dan pedas????

Disisi lain banyak kalangan juga terutama dari pendukung MEGA PRO mengatakan itu adalh sah-sah saja dan tidak perlu diperdebatkan. pasalnya Butet adalah seorang seniman dan juga budayawan yang menyampaikan suara rakyat. Posisi Butet sebagai seniman dan budayawan inilah yang menjadi alasan Butet “Bebas” mengungkapkan kritikannya.

Sementara KPU menyadari bahwa sebenarnya Butet telah melebihi batas waktu yang ditentukan. Tapi alasan demi menghormati Butet yang sedang “Ceramah” akhirnya KPU mempersilahkan Butet menyampaikan monolognya sampai selesai.

Katanya deklarasi damai, kok jadi kacau gitu y??????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s