Seorang gadis mengatakan : “Kenapa Tuhan tidak adil terhadapku????”

Posted on

Iman bisa bertambah dan bisa berkurang
Iman bisa bertambah dan bisa berkurang

Awalnya aku mengira judul yang kutuliskan di atas hanyalah ada di sebuah sinetron. tapi kini ku mengetahui bahwa memang benar-benar ada yang mengatakannya.

Sungguh benar-benar terasa pilu dan sangat mengkhawatirkan. Judul di atas berasal dari sebuah kenyataan yang dialami seorang gadis yang  juga temanku. Sambil menangis dia bercerita kepadaku tentang yang dia alami saat itu. Tak seperti biasanya dia bercerita dengan sungguh-sungguh tapi kali ini memang sangat serius.

Seperti biasanya jika dia ingin bertanya tentang suatu hal kepadaku terlebih dahulu dia sms aku. waktu itu juga dia mengawali sms aku yang isinya minta izin untuk bercerita dan meminta solusi. kubalas smsnya tanda ku bersedia mendengar segala ceritanya karena ku juga sedang gak ada kerjaan.

Beberapa menit kemudian dia membalas sms berisi cerita yang ingin dia sampaikan kepadaku. Aku sangat kaget ketika membaca isi ceritanya. karena dia juga menuliskan “Kenapa Tuhan tidak adil kepadaku… buat apa aku rajin shalat dan mengaji tetapi tidak merubah keadaan menjadi lebih baik justru sebaliknya menjadi tambah buruk..”. Dia mengatakan itu (setidaknya mirip), karena salah seorang keluarnya menderita sakit yang divonis dokter tidak dapat disembuhkan alias dokter sudah lepas tangan. apalagi orang yang sakit itu adalah orang yang termasuk rajin ibadah dalam keluarganya.

Sejenak ku juga bingung harus kujawab seperti apa. ku takut nanti jawabanku malah membuat dia semakin stress dan tak terkendali. setelah kucoba untuk menenangkan pikiranku akhirnya ku baalas lagi dengan maksud agar dia tidak kelewatan dan masih mempertahankan imannya kepada Allah.

Dalam balasanku kusampaikan agar dia membaca istighfar dan tidak terbawa emosi. tapi kemudian dia kembali membalas dan semakin menunjukkan dirinya seakan ingin tidak percaya kepada Allah. apalagi disertai dengan penderitaan yang sedang dialami salah seorang keluarganya. dia membanding-bandingkan keluarganya yang sakit ibadahnya masih rajin dan jauh lebih baik daripada yang sehat. karena itu dia mempertanyakan buat apa shalat dan mengaji jika tetap menderita.

Cukup repot memang menurutku. tapi aku tidak ingin ikut terbawa emosi. tapi berikutnya kubalas dengan sedikit berlagak seperti orang yang alim (he he he). karena aku ingin dia kembali sadar bahwa dia salah telah mengucapkan kata-kata tidak pantas di atas, kubalik bertanya dengan membalik pertanyaan yang ditanyakan kepadaku. ku balik bertanya “apakah kamu yakin bahwa shalatmu sudah benar???” kutanyakan balik seperti ini dengan logika jika dia mengakui shalatnya sudah benar tak mungkin dia mengeluarkan kalimat yang buruk itu. ku terus memberikan saran kepadanya agar selalu berikhtiar dan bersabar. aku juga mengatakan kepadanya bahwa dibalik penderitaan yang sedang dialaminya pasti ada hikmah yang besar.

Eh….. dia membalas lagi dan bertanya sampai kapan penderitaan ini selesai??? dan kapan hikmah itu datang???

Terpaksa deh ganti aku yang bercerita tentang Nabi Ayub yang menderita sakit bertahun-tahun tetapi dia bersabar. selain itu kupertegas lagi agar dia bersabar dan bersabar dan yakin hikmah itu pasti datang.

Setelah lama smsan dia kelihatannya sudah mulai lunak dan sadar akan kesalahan mengeluarkan kata-kata yang tidak semestinya terucap. sebagai akhir saranku kepadanya kukirim pesan kepadanya “Bersabarlah dan berikhtiar maka hikmah itu akan datang. Jika ceroboh dan tidak bersabar, maka hikmah itu akan hilang

Aku menjadi lebih tenang karena setelah itu dia mengatakan terima kasih dan akan mengikuti apa yang aku katakan. sampai saat ini aku masih mendoakan dia agar dia benar-benar terus berdoa, bersabar, berikhtiar, dan tetap menjalankan ibadahnya sehingga doanya terkabulkan dan dia mendapatkan hikmah yang saat ini belum dia dapatkan. semoga hikmah itu cepat datang kepadanya agar dia tetap teguh mempertahankan keimanannya kepa Allah Swt. Amiiiin.

Cerita di atas tidak menyebutkan kalimat yang sebenarnya 100% tetapi hanya sebagian dan asli tanpa ada sifat fiktif.

2 thoughts on “Seorang gadis mengatakan : “Kenapa Tuhan tidak adil terhadapku????”

    Dwindi Ramadhana said:
    11 September 2013 pukul 10:35 pm

    Mas, saya mengutip “Bersabarlah dan berikhtiar maka hikmah itu akan datang. Jika ceroboh dan tidak bersabar, maka hikmah itu akan hilang“ sebagai closing dari postingan di blog saya –>> http://dwindown.blogspot.com/2013/09/ucapan-allah-tidak-adil.html <<–🙂

    muhammad541d responded:
    20 September 2013 pukul 2:34 am

    dipersilahkan.. terima kasih atas kunjungannya…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s