Pergaulan Membuat Muridku “Murtad”

Posted on

sujud

Apa yang ada dalam pikirannya sungguh diluar dugaan. Kehidupan sehari-nya seakan semua orang pasti mengakui bahwa dia adalah anak yang beriman dan bertakwa kepada Allah.

Jilbab selalu menutupi rambutnya. Bajunya menutupi seluruh auratnya. Pagi harinya dia sekolah di sebuah Madrasah Ibtidaiyah (kelas VI ’09), Siangnya terkadang mengikuti Diniyah, Sore harinya mengaji Al-Qur’an dan Ba’da Maghrib dia belajar ilmu fiqih. Apalagi hampir setiap malam minggunya digunakan untuk belajar ilmu Hadits. Sungguh keseharian yang mencerminkan pribadi yang dicari oleh kebanyakan Muslimah yang taat.

Meskipun keseharian yang begitu islami, namun ada kekurangan yang dia miliki, yakni masalah pergaulan. Pergaulannya bisa dikatakan cukup bebas. Dia bisa berteman dengan siapa saja yang dia mau tanpa pilah-pilih. Sampai di suatu ketika dia berteman dengan seseorang yang berlainan agama (Katolik).

Bersama teman katoliknya dia cukup akrab. sebenarnya hal ini juga bisa menjadi sebuah contoh seorang muslim tidaklah dibatasi berteman dengan siapapun termasuk kepada orang yang menganut agama selain Islam. Namun dalam pergaulannya sungguh menunjukkan kelemahan tingkat iman yang dia miliki. Karena begitu akrabnya, tak disangka temannya tadi mengajak dia untuk ikut memeluk katolik. Dan parahnya lagi dia bersedia mengikuti ajakan temannya itu. Ketika dia memeluk katolik, dia tetap mengaku memeluk Islam artinya dia memeluk 2 agama yang berbeda. Dia tetap bersekolah di Madrasah dan dia tetap mengaji seperti biasanya dan selama itu juga teman dan para gurunya tidak ada yang mengetahui apa yang dia lakukan. Namun di saat tertentu juga dia melaksanakan ibadah katoliknya.

Ketika saya mengetahuinya, sungguh tak percaya seakan ilmu yang dia pelajari selama di Madrasah dan Diniyah tidak berarti sama sekali. seakan apa yang diajarkan oleh para gurunya hanya sebuah angin lalu. Saya sendiri tak bisa berpikir apa sebenarnya yang dia alami tentang hal ini apakah dia mengaji hanya sekedar untuk menutupi jati dirinya yang memeluk katolik.

Namun beberapa jam yang lalu ketika catatan ini dituliskan dalam blog, dia mengakui kesalahannya dan mengatakan ingin kembali ke jalan yang benar yakni Islam.

Di depan beberapa temannya yang juga menjadi saksi atas persaksiannya kembali memeluk agama Islam dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat. Sesungghnya dalam hati saya pribadi kurang mempercayai atas kemauan dirinya yang ingin kembali memeluk dengan sebenar-benarnya karena ketika dia melafadzkan dua kalimat syahadat sambil tertawa seperti tanpa ada rasa penyesalan yang mendalam. Namun saya hanya manusia biasa dan harus mengakui dia kembali memeluk Islam lantaran telah mengucapkan dua kalimat syahadat. Dalam hatiku berkata biarlah urusan kebenaran hatinya hanya Allah yang tau dan aku hanya bisa berdoa agar dia benar-benar memeluk Islam dengan sebenar-benarnya Islam dan kembali mendapat lindungan dan hidayah Allah. Amiiiin….

One thought on “Pergaulan Membuat Muridku “Murtad”

    hendratampandh said:
    4 Oktober 2009 pukul 3:09 am

    masyaallaah. .

    sungguh aku juga punya kenalan yang seperti itu, namun tak se ekstrim itu. .

    dia lulusan sebuah pondok ternama,,
    namun kini tingkahnya sungguh tak toleran,, hakan dengan kedua orang tuanya pun ia berni membentak. .
    subhanallaah,,

    itulah [menurutku] salah satu akibat jika kita melaksanakan ibadah tanpa disertai niat ikhlas lilahi ta’ala

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s