RAGAM NIKMAT PERJALANAN HAJI

Posted on

Sudah beberapa waktu yang lalu musim agung perjalanan haji ummat muslim dari seluruh dunia di tanah suci Makkah Al-Mukarramah telah selesai. Keloter demi keloter berdatangan disertai perasaan senang dan haru. Senang bisa selamat hadir dan tiba kembali ke tanah air, Haru karena lama tidak bertemu sanak saudara yang telah ditinggalkan. Berjam-jam keluarga di tanah air menunggu kedatangan para jamaah haji. Ada yang menunggu 1 jam, 2 jam, atau bahkan lebih dari 12 jam karena alasan keterlambatan pesawat. Di saat benar-benar sudah datang maka satu persatu para jamaah haji dijemput pulang bersama keluarganya masing-masing.

Seperti biasanya juga, ketika ada sanak saudara, keluarga, teman, atau tetangga yang baru selesai menunaikan ibadah Haji sebagai orang yang dikenal atau mempunyai hubungan keluarga atau pertemanan pasti silaturrahim kepada yang telah berhaji. Termasuk juga saya, banyak dari yang saya kenal baik dari keluarga maupun teman dan tetangga banyak yang baru datang dari melaksanakan ibadah haji. Dan tentunya sayapun bersilaturrahim kepada mereka. Dalam suasana yang senang dan gembira hampir setiap mereka menceritakan banyak hal dalam perjalanannya waktu masih ada di tanah suci Makkah. Namun juga terdapat sesuatu yang unik antara bersilaturrahim ke orang satu sampai ke orang lainnya tidak satupun menceritakan hal yang sama alias semua berbeda.

Apa saja yang mereka ceritakan????
Ada yang menceritakan tentang nikmatnya beribadah, ada yang menceritakan tentang kuatnya persaudaraan sesama muslim, ada yang menceritakan tentang keindahan tanah suci Makkah, Hajar Aswad, Ka’bah, sampai pada hal-hal ghaib yang terjadi disana dan masih banyak lagi. Mungkin cerita cerita di atas termasuk cerita yang menyenangkan sampai-sampai ada orang yang baru datang haji langsung mendaftarkan diri lagi untuk menunaikan ibadah haji lagi meski harus menunggu 6 tahun lagi.

Disamping cerita suka cita, ada juga cerita duka. Mendengar kata “duka” apalagi berhubugan dengan ibadah haji pasti asumsi kita langsung mengarah pada “kematian” dan memang itu yang akan saya tuliskan. Memang benar kita pantas bersedih jika mendengar kabar duka dari saudara atau teman kita yang dipanggil Allah baik ketika melaksanakan Haji maupun yang sudah melaksakan tapi belum pulang ke tanah air sudah meninggal disana.

Kalau kita pikir dan kita maknai lebih jauh lagi sebenarnya kita bersedih memang pantas mendengar berita duka itu tetapi lebih pantasnya lagi kita harus bahagia dan senang atas kabar duka itu. Lho kok bisa???? Secara wajar (bukan dalam keadaan haji) kita selalu memohon dan berdoa kepada Allah agar umur kita selalu dipanjangkan dan banyak rizkinya. Tetapi tahukah kita seberapa besar kebahagiaan meninggal di tanah suci ???? memang jarang tetapi juga tidak sedikit orang yang malah berdoa kepada Allah agar hidupnya berakhir di tanah suci dalam artian setelah melaksanakan ibadah haji.

Seseorang yang baru saja merampungkan perjalanan sakralnya dianggap telah sempurna melaksanakan rukun islamnya sehingga banyak juga yang berdoa dan berkeinginan meninggal ketika telah sempurnanya rukun islam yang kelima itu (bagi mereka yang mabrur).

Masuk akalkah????? Bisa jadi memang iya karena orang yang haji mabrur dosanya dihapus Allah dan kedudukannya sama seperti ketika baru lahir kembali dan karena itu pula agar jiwanya tetap bersih dan terisi dengan jiwa ketakwaannya seseorang tidak ingin kembali melakukan dosa dan kesalahan yang pernah dilakukannya pada waktu sebelum berangkat haji dan ingin kembali kepada Allah dalam keadaan yang bersih dan suci pula. Ketika jiwa ini suci dan bersih dari dosa maka tiada lagi pahala yang pantas baginya kecuali dekat kepada Allah berada di dalam surga.

Kita doakan mereka yang telah datang kembali ke tanah air menjadi haji yang mabrur. Sedangkan bagi mereka yang meninggal dunia di tanah suci kita doakan mudah-mudahan Allah mengampuni seluruh kesalahan dan dosa-dosanya dan menempatkannya kedalam surga. Sedangkan bagi kita yang belum menunaikan ibadah haji agar dapat dengan mudah melaksankan ibadah haji tersebut untuk kesempatan tahun berikutnya. Amiiiiin….

“terkadang untuk mendapatkan sebuah kenikmatan diperlukan sebuah pengorbanan meskipun terasa menyakitkan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s