Komjen Susno Sang “Pemberani” Pantas Jadi Tersangka??????

Posted on

Pahlawan "Murah Senyum"
Pahlawan "Murah Senyum"

Carut marut kehidupan bangsa ini semakin tak terkendali. Dimulai dari kasus Cicak vs Buaya, Terorisme, Bank Century, dan yang sekarang masih ramai diperbincangkan adalah kasus yang dimunculkan “Susno” tentang adanya praktek “Markus” di wilayah “Kekuasaan” Polri.

Bapak yang “murah senyum” ini telah dua kali membuat gempar masyarakat Indonesia dan uniknya keduanya membuat dirinya malah “bertempur” melawan rekan atau atasannya sendiri di kepolisian. Kita ingat dulu waktu pengumpulan bukti saksi kasus Antasari Azhar beliau hadir sebagai saksi dengan “entengnya” mengenakan seragam datang ke pengadilan sebagai saksi yang konon telah melanggar “Kode Etik” kepolisian ‘keluar pada jam kerja tanpa izin’ yang buntutnya Susno diturunkan pangkatnya dari KABARESKRIM menjadi Komjen Pol. Meski demikian “pahlawan” ini tetap menebarkan senyumnya…

Belum juga lupa tentang kasus tersebut sekarang Susno kembali “berulah”. Dengan gayannya yang santai (tapi serius) mengabarkan bahwa di lingkungan kepolisian (POLRI) terdapat “markus” alias Makelar Kasus. Hal ini tentu saja kembali membuat gempar masyarakat Indonesia khususnya di lingkungan kerjanya sendiri.

Dengan berani tanpa keraguan, Susno membeberkan atas dugaannya terhadap makelar kasus yang ada di lingkungan POLRI. Dia menyampaikan kabarnya melalui beberapa media dan tak peduli atas “undangan” dari Polri untuk menjelaskan dugaan tersebut di kepolisian.

Benar-Benar “Berani”….!!!!! Itulah ungkapan pantas ditujukan ke Susno Duadji. Selain membeberkan carut marut lingkungan POLRI, Susno sendiri tidak memenuhi undangan dan lebih memilih untuk menghadiri undangan Media. Namun Sayang seribu sayang, kini dia telah dinyatakan sebagai “tersangka”. bukan penghargaan tapi malah jadi tersangka atas pencemaran nama baik institusi.

Secara pribadi, saya menyangka bahwa perbuatan Susno ini nantinya akan diberi sebuah “penghargaan” yang besar baik dari pihak Polri maupun atas nama negara. Namun prasangka saya salah. Justru sebaliknya kini dia terancam dikeluarkan dari dinas kepolisian atau bahkan harus mendekam di dalam bui????????

Satu hal yang pasti. Apakah benar di Negara kita yang tercinta ini dilarang “berbuat benar”????????

Semoga kebenaran segera terungkap……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s