Burung Gagak Aneh Mengantar Ibrahim bin Adham Bertaubat

Posted on

Mungkin beberapa orang dari kita telah mengetahui tentang siapakah Ibrahim bin Adham itu. Dia adalah seorang raja yang bergelimang harta kekayaan yang melimpah ruah. Tak pernah merasakan kelaparan maupun kekurangan harta benda. Namun di akhir perjalanan hidupnya, banyak disebutkan dalam cerita maupun kisah nyata bahwa dia termasuk kekasih Allah. Subhanallah…
Namun tahukah kita bagaimana asal muasal Ibrahim bin Adham menjadi kekasih Sang Pencipta???? Banyak tulisan dalam blog maupun website menyebutkan kisah-kisah berhikmah dari seorang Ibrahim bin Adham tetapi jarang menyebutkan asal muasal pertaubatannya.
Dimulai ketika Ibrahim bin Adham hendak berburu hewan ataupun burung-burung yang bisa dimakan, di tengah perjalanan dia turun dari tunggangannya untuk sekedar membuka makanan yang dia bawanya dari rumah dan memakannya. Ketika makanan yang dia bawa diletakkan di tempat makan (piring) datanglah seekor burung gagak menghampirinya kemudian mendekat ke piring yang berisikan makanan (roti). Setelah mendekat ternyata burung itu kemudian mengambil roti dari piring Ibrahim bin Adham dengan paruhnya kemudian langsung terbang ke udara.

Ibrahim bin Adham terkejut dan penasaran atas perilaku burung gagak tersebut. Karenanya dia lantas menaiki kembali tungganya dan membuntuti burung gagak itu dari belakang dan sampailah burung gagak itu di sebuah gunung. Setelah dilihat dari jauh, burung gagak itu terbang lagi menuju ke atas gunung. Ibrahim bin Adham dengan segera mengikutinya. Namun sebelum sepat dia naik ke gunung itu dia telah kehilangan jejak keberadaan burung gagak itu. Tetapi rasa penasarannya mengalahkan putus asanya. Dengan tunggangannya diapun menaiki gunung tersebut untuk mencari burung gagak itu.
Sesampainya di atas gunung, Ibrahim bin adham melihat kembali burung gagak yang dikejarnya berada di bawah jurang. Ibrahim bin Adham terkejut karena selain melihat burung gagak yang dikejarnya, dia juga melihat ada seorang laki-laki yang terikat tangannya dan terbaring di tengah jurang. Burung gagak tersebut kemudian menaiki laki-laki itu sampai di atas dadanya kemudian memotong-motong roti yang diambilnya dari piring Ibrahim bin Adham dengan paruhnya yang tajam. Setelah roti tersebut terpotong-potong menjadi bagian-bagian kecil, burung gagak tersebut menyuapkan roti tersebut ke mulut laki-laki yang tergeletak itu. Subhanallah…
Ibrahim bin Adham semakin takjub dan heran serta bertanya-tanya dalam hatinya Siapakah laki-laki tersebut yang diberi makan seekor burung gagak. Ibrahim akhirnya turun ke jurang itu untuk bertanya dan menolong laki-laki tersebut.
Sesampainya di bawah jurang, Ibrahim melepaskan ikatan tali yang mengikat laki-laki itu dan menanyakan asal-usulnya. Laki-laki tersebut menjelaskan bahwa dirinya adalah seorang pedagang dengan membawa barang dagangannya. Di tengah jalan, dia dirampok oleh segerombolan orang. Hartanya diambil semuanya, kemudian dia diikat, disiksa, dan sampai pada akhirnya dibuang ke dalam jurang. Sungguh kasihan laki-laki ini. Dan sejak kejadian itu selama seminggu tak ada seseorang yang menolongnya. Tetapi berkat sifat belas kasih Allah, laki-laki ini setiap hari didatangi oleh burung gagak yang membawa roti dan menyuapkannya ke laki-laki tadi. Hal itu terjadi sejak pertama kali laki-laki itu dibuang ke jurang sampai akhirnya bertemu dengan Ibrahim bin Adham.
Setelah mendengarkan penjelasan lelaki tersebut, Ibrahim bin Adham menolongya dan mengantarnya kembali pulang. Dan setelah peristiwa itu, Ibrahim bin Adham terketuk hatinya untuk menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada Allah. Sesampainya di rumah, Ibrahim melepaskan pakaiannya yang indah dan menggantinya dengan memakai pakaian yang terbuat dari bulu domba. Semua hartanya dan tanahnya diwakafkan di jalan Allah kecuali hanya menyisakan satu tongkat kayu untuk menuntunnya berjalan. Setelah meninggalkannya dia menuju ke Ka’bah tanpa tunggangannya, dia hanya berjalan sendiri tanpa bekal makanan maupun uang. Selama dalam perjalanan meski tanpa bekal makanan dan uang, atas kehendak Allah, Ibrahim tak pernah merasakan kelaparan sampai dia datang di hadapan Ka’bah. Sesampainya di depan Ka’bah, tak henti-hentinya dia mengucapkan syukur kepada Allah dan memui-muji Allah. Akhirnya dia menjadi orang yang taat beribadah kepada Allah dan menjadi seorang yang zuhud meninggalkan kepentingan duniawi…
Mudah-mudahan Allah selalu merahmatinya dan merahmati kita semua… Amiiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s