Ku telah buktikan “Mendidik anak perempuan lebih SULIT daripada mendidik anak laki-laki”

Posted on

Waktu itu ku berpesan kepada anak-anak (murid-murid) khususnya yang perempuan, (menggunakan bahasa jawa) “Wahai muridku, ketika kalian lulus nanti jangan lupakan almamatermu yang telah membesarkan dan mendidikmu sampai kapanpun. Bapak/Ibu guru yang lupa denganmu adalah wajar karena tiap tahun bertambah anaknya tetapi kamu hanya memiliki guru yang tidak banyak jika dibandingkan guru yang harus menghafal nama muridnya. JANGAN KAU LEPAS JILBABMU karena itu sebagai tanda bahwa kalian adalah lulusan Madrasah yang seharusnya lebih Islami dari pada lulusan SD. Jika merasa keberatan, setidaknya PAKAILAH JILBABMU KETIKA ENGKAU (berada di) SEKOLAH NANTI. Namun Bapak Ibu gurumu akan lebih senang jika setiap saat engkau tetap memakai jilbabmu”.

Berjilbab tetap lebih camtik

Pesan seperti di atas hampir kusampaikan setiap tahun khususnya kepada kelas akhir yang akan lulus dari Madrasah Ibtidaiyah karena ku pernah mengikuti pengajian salah seorang ulama mengatakan “MENDIDIK ANAK PEREMPUAN LEBIH SULIT DARIPADA MENDIDIK ANAK LAKI-LAKI” (alhadits au kamaqol). Awalnya setelah mengikuti pengajian itu ku belum bisa mempercayai sepenuhnya karena pada waktu itu ku belum mempunyai seorang murid apalagi anak kandung.

Catatan ini kutulis setelah ku baru menyadari bahwa Hadits itu adalah benar. Dengan pesan yang lahir dari lubuk hati kusampaikan untuk mendidik siswa agar menjadi insan yang kamil (sempurna) seolah-olah terabaikan begitu saja karena aku bertemu dengan salah seorang muridku (perempuan) “melepas” jilbabnya. Padahal anak itu adalah salah satu dari beberapa murid perempuanku yang menjadi harapanku sebagai contoh untuk teman-temannya yang lain.

Sedih dan kecewa itu yang kurasakan. Betapa tidak, dia adalah lulusan Madrasah yang dianggap oleh masyarakat sebagai sekolah yang mendidik muridnya untuk terjaga selalu dalam nuansa dan berakhlak islami ternyata tak terbukti untuk dia. Meskipun hanya persoalan “Jilbab” setidaknya itu adalah tanda lahiriah seorang perempuan untuk menjaga dirinya dan juga sebagai “tanda” dia tidak melupakan asal-usulnya (sebagai lulusan madrasah)…..

Wahai (yang masih mengaku sebagai) murid-muridku khususnya yang perempuan. Jangan anggap dengan menggunakan jilbab engkau bertambah jelek… kecantikan memang bukan dilihat dari pakaian saja, tetapi ingatlah, kecantikan seorang perempuan juga bukan karena engkau melepas jilbabmu… ketahuilah, kebanyakan gurumu (termasuk aku) enggan “melihatmu” berseragam tanpa berjilbab… bagaimanapun juga yang berjilbab itu lebih cantik…

Meski demikian, ku tetap berharap itu hanya sesaat atau ku tetap berdo’a semoga masih banyak yang masih “suka” dengan jilbabnya, dan ku juga tetap berharap “SEMOGA AKU SALAH LIHAT” (artinya yang kulihat bukanlah muridku)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s