Makna Syahadat kedua “Asyhadu Anna Muhammadan Rosulullah”

Posted on

Kelanjutan dari postingan terdahulu, makna kalimat syahadat yang kedua “Asyhadu Anna Muhammadan Rosulullah” secara harfiah dapat diartikan “Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah Utusan Allah”. Pengertian semacam ini sudah ditanamkan kepada muslim/h sejak dini baik di rumah, TPQ, maupun di TK. Namun bagi kita yang beranjak dewasa tidaklah cukup hanya sekedar mengetahui arti secara harfiah tetapi juga lebih baik jika kita pahami secara maknawiyah.

Masih banyak yang terjebak dengan kata “Aku Bersaksi” diartikan sebagai persaksian yang menggunakan indera mata secara utuh yang menuntut adanya suatu wujud yang dhohir atau nyata sehingga ada yang menolak menyebut kalimat “Bersaksi” kalau mata kita tidak melihat atau bertemu secara langsung. Sungguh pengertian tersebut sangat membuktikan kedangkalan dan cerobohnya otak dalam menafsirkan kalimat yang seharusnya tak perlu dipermasalahkan. Dan menurut saya makna itupun membuktikan terbatasnya bahasa yang kita gunakan sehingga tak mampu mengolah makna tersembunyi dalam kalimat syahadat atau kalimat-kalimat suci yang lain dari bahasa yang lain (arab). Mudah-mudahan anda atau pembaca yang lain tak mengartikan secara harfiah dan salah arah.

 

Makna kalimat syahadat yang kedua “Asyhadu Anna Muhammadan Rosulullah” mengandung makna “meyankinkan diri sepenuh hati bahwa Muhammad adalah Rosul (utusan) Allah, mempercayai segala ucapannya dan membenarkan segala yang disampaikannya, melaksanakan segala perintahnya, dan berusaha menjauhi segala yang dilarangnya”.

 

Mempercayai seorang manusia biasa yang mengaku dirinya sebagai utusan Tuhan bukanlah perkara yang mudah. Apalagi keadaan di masa Jahiliyah yang hampir keseluruhan manusia sudah mempunyai Tuhan ciptaan sendiri (berhala). Dengan gigihnya dan atas Hidayah Allah sedikit demi sedikit mulai bermunculan orang-orang yang mengakui Muhammad adalah seorang utusan Tuhan. Dalam hal keimanan terhadap Nabi Muhammad, Allah tidak serta merta mempermudahkan begitu saja perjalanan Nabi Muhammad dalam menyebarkan agama Islam. Dikatakan orang-orang yang mengikuti Nabi selain dari usaha tulus Nabi dalam brdakwah juga terdapat faktor utama yakni Hidayah Allah. Dalam sejarahnya terbukti terdapat seorang paman Nabi Muhammad “Abu Tholib” yang sangat mencintai Muhammad tetapi tidak bersedia memeluk Islam karena Allah tidak memberikan hidayah kepadanya.

 

Semoga Allah selalu melimpahkan salam dan rahmat kepada Muhammad saw nabiyyina, habibina, wa syfi’ina serta mudah-mudahan kita termasuk ummat Muhammad dengan mendapat syafaatnya di akhirat kelak berkumpul bersama beliau di surga Allah. Amiiin…

 

“wa maa uutiitum minal ‘ilmi illa qaliilan…”

 

Hanya seklumit yang dapat saya sampaikan semoga ada manfaat. Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s