KISAH RABIAH AL-ADAWIYAH – Bagian 4 (Kehidupan Rabiah bersama Ishomuddin)

Posted on

Rabiah menangis tak percaya. Orang yang selama ini dianggap sebagai ayah angkatnya ternyata telah menjadikan dirinya sebagai budak yang menghasilkan uang. Sebelum mengetahui siapakah saudagar Basrah yang berhasil mendapatkannya, Rabiah pergi pulang meninggalkan tempat para saudagar Basrah berkumpul.

Sesampai dirumahnya, ia tetap bersedih dan menangis serta mengadu ke Ibu angkatnya. Bukan jawaban pembelaan yang didapat justru penguatan bahwa sebenarnya dia hanya dijadikan barang yang dapat menghasilkan uang. Sungguh malang nasib Rabiah, kehidupan yang damai dengan keperluan yang tercukupi hanya tipuan belaka dan keesokan harinya mau tidak mau akan menjadi milik orang lain. Bermacam-macam pikiran yang menyusahkan membuat Rabiah terus menangis. Ketika ayah angkatnya datang, Rabiah tetap memohon agar dirinya tidak jadi dijual ke orang lain namun malah mendapat bentakan dari ayah angkatnya agar diam dan menurutinya, dan besok dia harus bersiap-siap angkat kaki dari rumahnya.

Keesokan harinya, Rabiah tetap bersedih dan menangis. Apalah guna tangisan itu karena tidak membuat ayah angkatnya iba dan turut bersedih. Dipaksalah Rabiah mengikuti ayah angkatnya untuk diserahkan kepada saudagar Basrah yang belum diketahui oleh Rabiah siapakah saudagar tersebut. Sesampai di rumah tuannya yang baru dia diserahkan kepada istri pertama saudagar barunya yang bernama Aliyah. Rabiah kembali menangis ketika ayah angkatnya meninggalkannya dan menyerahkannya ke Aliyah namun ayah angkatnya tak peduli sama sekali atas kesedihan hati Rabiah. Rabiah memohon kepada Aliyah untuk membebaskan dirinya dan menjelaskan sebenarnya dia hanya korban kelicikan ayah angkatnya. Ternyata sia-sia, Aliyah pun tak peduli atas ratapan dan permohonan Rabiah. Ketika itu pula terdengarlah suara tuan Rabiah yang baru dan memanggilnya serta menyambut kedatangannya. Ketika Rabiah menoleh ke arah suara yang memanggilnya sungguh tidak dapat dipercaya bahwa tuannya yang baru ternyata Ishomuddin yang selama ini menjadi pria idaman dan yang dicarinya di Basrah.

Sebenarnya Ishomuddin sendiri sangat mengharapkan kehadiran Rabiah di rumahnya setelah pertemuan pertamanya yang menyelamatkan dirinya dari hadangan perampok (kisah-1). Karena itulah Ishomuddin berani mempertaruhkan 20.000 dinar untuk mendapatkan Rabiah.

Kebimbangan masih menyelimuti hati Rabiah karena dia tidak ingin dijadikan di rumah Ishomuddin berkedudukan sebagai budak. Segera Rabiah berlari menghampiri Ishomuddin seraya berharap dan memohon kepada Ishomuddin agar dirinya di rumah itu tidak sekedar menjadi budak tetapi menjadi seorang perempuan yang merdeka dan menjadi istri yang sah. Ishomuddin menyanggupi permintaan Rabiah dan berjanji menjadikan Rabiah sebagai istri sahnya. Begitu senang hati Rabiah mendengar jawaban kesanggupan Ishomuddin. Di lain sisi, Aliyah sebagai istri pertama Ishomuddin mulai merasakan kebencian bukan hanya terhadap Ishomuddin tetapi juga terhadap Rabiah namun kebenciannya disimpan dalam hatinya, tak sampai memperlakukan Rabiah secara kasar.

Serasa mimpi yang menjadi kenyataan, Rabiah akhirnyapun benar-benar menjadi istri sah Ishomuddin. Bagaikan seorang ratu yang sangat bahagia, sehari-harinya selalu berada di dekat Ishomuddin meskipun di belakangnya ada Aliyah yang cemburu atas perlakuan yang menurutnya lebih menyayangi Rabiah apalagi melihat Rabiah yang lebih muda dan lebih cantik dari dirinya.
bersambung di kisah selanjutnya……

Ternyata yang merasakan kecemburuan bukan hanya Aliyah, tetapi Khalil (orang yang memiliki tempat para istri saudagar bernyanyi) juga merasa iri kepada Ishomuddin yang berhasil mendapatkan Rabiah. Semakin lama melihat kemesraan Rabiah bersama Ishomuddin semakin bertambah pula kebencian khalil. Karena itu Khalil membuat siasat dan memanggil para pengikutnya untuk membuat Ishomuddin celaka dan dapat merebut Rabiah menjadi miliknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s