Darsem, sang TKW yang “bebas” dan yang “diancam”

Posted on

Lain dulu, Lain sekarang

Ketenangan Darsem, mantan tenaga kerja wanita (TKW) yang lolos dari hukuman pancung di Arab Saudi, mulai terusik. Itu setelah ia menerima sebuah surat yang mengatasnamakan ratusan ribu masyarakat dari Jakarta, Depok, dan Tangerang, yang memberi sumbangan pada Darsem.

Entah benar atau tidak, yang jelas surat itu berisi ancaman bahwa mereka akan menarik dana sumbangan yang telah diterima Darsem. Itu jika mantan TKW ini menggunakan dana tersebut, untuk berfoya-foya dan bukan membantu TKI lainnya.

Sementara itu, Darsem yang sudah kembali rujuk dengan suaminya, Samudin, kini sedang sibuk menggelar pesta sunatan anaknya selama dua hari dua malam sejak Sabtu (17/9) hingga Senin besok. Untuk acara itu ia sudah menyiapkan anggaran Rp 50 juta.

Perilaku Darsem mulai berubah ketika ia menjadi kaya mendadak setelah menerima uang Rp 1,2 miliar sumbangan pemirsa televisi yang bersimpati atas nasibnya. Lepas dari hukum pancung setelah ditebus Rp 4,7 miliar oleh pemerintah, Darsem malah membeli gelang dan kalung emas serta rumah baru. Sejumlah orang langsung bereaksi dan menganggap Darsem tidak bijak menggunakan uang hasil sumbangan.

sumber : http://id.berita.yahoo.com/dinilai-foya-foya-darsem-diancam-donatur-223900175.html

secara moral, memang menurut saya pribadi berpendapat bahwa Darsem lupa akan masa kritisnya ketika menghadapi hukuman pancung di tanah Arab. 4miliar lebih dikeluarkan Pemerintah demi kebebasannya dan setelah dia mendapat kebebasan dia juga mendapatkan dana sumbangan simpatisan kepada Darsem yang hampir dua miliar jumlahnya tetapi sungguh seakan tak ada pengaruh untuk mengetuk hatinya berubah menjadi lebih baik seperti yang diharapkan banyak masyarakat Indonesia. Jangankan menjadi lebih baik, kini sifatnya semakin tak memperdulikan peristiwa masa lalunya yang hampir mencabut nyawanya dan menggunakan dana sumbangan untuk memperkaya diri dan berfoya-foya dengan dalih uang itu sudah menjadi haknya. Sebuah kenyataan yang membuat para penyumbang kecewa atas perilakunya sehingga muncullah ancaman penarikan dana sumbangan itu.

Namun yang lucu dari kejadian ini, seseorang yang menyumbangkan hartanya kepada orang lain dengan niat awalnya memang diberikan kepada orang tersebut tetapi kini mau diminta lagi, berarti nyumbangnya gak ikhlas dong??? hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s