Islam

Download MP3 An-Nabi Sollu Alaih dan Teksnya

Posted on

Assalamualaikum, kembali kita bahas musik solawat. Yang akan saya bagi kali ini adalah mp3 dari solawat yang berjudul An-Nabii Sollu Alaih.

Pertama kali mendengar lagu Annabi, saat itu saya masih di bangku SMP. Cukup membuat hati merasa damai sebab dinyanyikan dengan lantunan yang melandai-landai dan pukulan Hadrah Banjari dengan tempo lambatnya semakin membuat terhanyut saat mendengarnya.

Terinspirasi dengan banyak lagu, iseng-iseng buat irama sendiri yang berbeda dari yang pernah saya dengarkan dari beberapa grup solawat namun tentunya tetap dengan iramanya yang syahdu dan melandai-landai.

Silahkan menikmati. Klik : MP3 An-Nabiy Sollu Alaih

dan ini adalah teksnya
annabi

Iklan

Salah Membaca Al-Qur’an, Seorang Anak Mendapat Hukuman “Ini”…

Posted on Updated on

BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an) atau ada juga yang menyebut BTA kini di beberapa Daerah sudah memasukkannya menjadi mata pelajaran tambahan di sekolah baik yang berstatus Negeri maupun yang Swasta dengan tujuan yang sangat baik yakni menjadikan Peserta Didik mempunyai kompetensi di bidang Membaca atau Menulis al-Qur’an serta tidak dengan serta merta terlepas dari mencintai al-Qur’an setelah belajar di TPQ.

qYa… begitulah sekiranya realitas yang terjadi khususnya di wilayah saya. Ketika anak telah lulus dari SD atau Madrasah Ibtidaiyah kebanyakan dari mereka saat itu pula putus belajar al-Qur’an dari TPQ dengan alasan malu karena sudah besar atau alasan lainnya.

Namun, ada hal yang cukup menarik ketika saya melakukan tes baca al-Qur’an di sekolah SMP tempat saya mengajar. Ada salah seorang anak di kelas 9 yang termasuk kurang mampu atau kurang lancar dalam membaca al-Qur’an. Akhirnya saya menawarkan kepadanya untuk belajar khusus bersama saya di waktu istirahat bertempat di Mushalla sekolah. Sebelum saya mulai untuk pertama kalinya saya bertanya terlebih dahulu kepadanya tentang pengalaman belajar al-qur’an di TPQ. Anak tersebut mengatakan bahwa sejak kelas 4 sudah tidak lagi meneruskan belajar al-Qur’an di TPQ dengan alasan yang cukup membuat saya terheran-heran, prihatin, tidak percaya serta kaget.

Berikut ini percakapan saya dengan anak itu :

Saya    : “Kenapa kamu tidak meneruskan belajar di TPQ”?

Anak   : “Saya takut pak”

Saya    : “Takut kenapa?”

Anak   : “Kalo salah membaca, dipukul pakai PANCI (alat memasak nasi)”

panciSetelah mendengar jawaban anak tersebut, dalam benak saya seakan merasa benar-benar tidak percaya atas jawabannya di zaman seperti sekarang ini masih saja ada yang menggunakan cara-cara kekerasan dalam mendidik belajar al-qur’an, namun dengan melihat kepolosan jawabannya sepertinya memang itulah yang terjadi padanya. Atas kejadian yang menimpanya itu dia seakan trauma kembali belajar al-Qur’an di TPQ. Tidak hanya itu, ibunya-pun ikut menjadi trauma atas peristiwa yang dialami oleh anaknya sehingga tidak mendaftarkan ke TPQ manapun dengan alasan takut akan terjadi peristiwa serupa yang dialami oleh anaknya.

Al-Qur’an bukan hanya sebagai Kitab Suci yang Mulia, tetapi di dalamnya juga terkandung nilai-nilai adab yang juga mulia sebagai pedoman hidup di dunia sampai kelak di akhirat. Untuk itu cara menyampaikannya pun seyogyanya disampaikan pula dengan cara yang bijak dan baik. Apalagi yang dihadapi adalah usia anak-anak yang seharusnya dididik agar mencintai al-Qur’an dengan cara yang sesuai dengan usianya, bukan dengan cara kekerasan sehingga anak bahkan orang tua menganggap belajar al-Qur’an adalah menakutkan dan sarat dengan kekerasan yang pada akhirnya enggan untuk mempelajari al-Qur’an. Sungguh dampak yang sangat merugikan. Semoga kejadian tersebut sudah tidak lagi diterapkan dimanapun tempatnya dan anda yang membaca tulisan ini dapat mengambil hikmahnya agar menerapkan cara-cara yang baik dan santun dalam mengenalkan al-Qur’an kepada anak-anak sehingga mereka mencintai al-Qur’an.

Semoga catatan singkat ini menjadi sebuah pembelajaran yang berharga buat kita. Amiiin.

 

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Dengan kekerasan, tak akan menimbulkan sifat Sayang

 

*Nama lembaga dan pihak yang bersangkutan sengaja kami rahasiakan. Mohon maaf.

Teks Dzikir Setelah Shalat

Posted on

Assalamu’alaikum… Apa kabar saudara-saudaraku seiman, seakidah, seagama!!! Postingan kali ini saya menyediakan teks untuk bacaan dzikir yang umumnya dipakai setelah shalat fardlu. Sebenarnya sudah banyak dari link2 yang lain, tapi ini saya modifikasi yang seperti pada umumnya di kampung saya sendiri 😀 dan terdapat pula perbaikan-perbaikan yang kurang betul dari link lain sehingga saya berniat di sini agar anda yang membutuhkannya dapat membaca dzikir secara baik dan benar setidaknya dari sudut pandang bacaannya biar gak salah arti.

Postingan ini tidak membahas perbedaan pendapat tentang dzikir sendiri-sendiri maupun secara berjamaah, yang jelas baik yang sendiri maupun yang berjamaah yang lebih baik adalah yang mengamalkannya 😀

Monggo disedot :

BACAAN WIRID SINGKATOiya… barangkali masih ada tulisan yang keliru mohon koreksinya.

Bagi anda yang ingin menambahkan kalimat yang kurang atau ingin donlod dalam bentuk file, silahkan Klik DISINI.

Sebenarnya itu Dzikir apa Wirid??? nggak perlu dibedakan, sama-sama dibaca lebih afdhal setelah shalat. OK??

Semoga Bermanfaat!!! Amiin

Download Shalawat Ilahiyah

Posted on

Mungkin para shalawat mania sudah mengetahui banyak sekali macam shalawat, namun tentunya ada beberapa shalawat yang tidak diketahui. untuk itu izinkan saya mengenalkan salah satu shalawat yang disusun oleh Ulama’ Khos dari Indonesia tepatnya berasal dari Pandeglang Banten Jawa Barat.

mbah dimBeliau adalah KH. Abuya Dimyathi bin Amin (al-Maghfur Lah) seorang Ulama’ kharismatik, dan terkenal dengan ‘ubudiyah serta kezuhudannya yang mencintai shalawat Nabi disepanjang usianya. Berdasarkan kisah yang saya peroleh dari guru saya KH. Imron Rosyadi Malik (Pengasuh asrama al-Muhajirin 3 PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang) menceritakan bahwa KH. Abuya Dimyathi tiada siang hari kecuali berpuasa dan tiada malam selain digunakan untuk beribadah bershalawat, khotmil qur’an, atau mengaji bersama santri-santrinya. Subhanallah sungguh mulia kehidupannya, semoga Allah merahmati beliau. Amin.

Sebenarnya banyak shalawat yang disusun oleh beliau, tetapi yang saya dapatkan dari guru saya hanya satu ini yang bernama Shalawat Ilahiyah. Silahkan anda copy dan diamalkan insyaallah banyak sekali faidahnya terutama untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan sarana untuk Mencintai Rasulullah SAW.

Semoga bermanfaat…

Shalawat IlahiyahMohon maaf tidak ada harakatnya, kurang ahli ngetik arab… hehehe
tapi saya sediakan mp3-nya sambil menyimak.. 😀

Download : Shalawat Ilahiyah mp3

Kenapa Semua Terlihat Jahat???

Posted on Updated on

hkRasulullah SAW mengajarkan kepada kita untuk berlapang dada. Jika kita harus marah pun, kita tidak boleh mendendam. Inilah obat kesejukan penghantar keindahan hidup dalam kebersamaan. Hati yang pendendam akan selalu tersiksa, selama ia masih hidup bersama dengan sesamanya, maka ia akan selalu menemukan kesalahan karena manusia adalah makhluk yang bisa bersalah.
Sahabatku, diceritakan ada seorang yang mengeluhkan rasa sakit di setiap bagian tubuhnya apabila disentuh oleh jari telunjuknya, dan ia pun berusaha untuk mengobati rasa sakitnya, namun sakit itu pun tidak kunjung sembuh, sekujur tubuhnya masih saja terasa sakit jika disentuh oleh jari telunjuknya. Sungguh orang tersebut tidaklah akan pernah menemukan obat jika ternyata yang diperiksakan ke dokter adalah hanya bagian tubuh yang disentuh oleh jari telunjuknya saja. Sementara ia melupakan jari telunjuknya yang justru merupakan sumber dari sakit itu sendiri.
Perumpamaan di atas adalah sebuah gambaran tentang sikap hati yang penuh dendam dan kedengkian, ia akan sulit hidup dalam sebuah kebersamaan. Dalam pandangannya semua orang seolah-olah memusuhinya dan tidak ada yang benar. Padahal yang menjadikan orang lain menjadi tidak baik dalam pandangannya adalah karena hatinya sendiri yang telah kotor. Hati yang akan mudah tersinggung dan mendendam jika ada yang berbuat salah kepadanya akan selalu diingat dan disimpan didalam hatinya, bahkan terhadap seseorang yang secara tidak sengaja melakukan kesalahan kepadanya, maka sudah harga mati baginya untuk dicap sebagai penjahat.
Ini adalah jari yang sakit, disaat bersentuhan dengan anggota yang sehat akan merasa sakit dan tidak akan bisa sembuh kecuali jari itu sendiri yang harus diobati. Menyadari penyakit dendam di dalam hatinya adalah langkah pertama menuju kesembuhan, kemudian berlatih melihat orang lain dengan mata husnudzhon serta melihat sisi positifnya dan juga menghindari membicarakan dan mendengar kejelekan orang lain.
Ada cara yang amat penting untuk menghancurkan dendam dan kebencian ini yaitu “Memberi Hadiah.” Seperti yang pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW. Seberat apapun jika kita marah kepada seseorang atau mendendamnya maka berusahalah untuk bisa memberi hadiah untuk mengurangi rasa sakit didalam hati. “Tahaaduu-Tahaabuu” (Salinglah engkau memberi hadiah niscaya engkau akan saling mencintai).

ddm
Cara yang lain yang juga amat penting untuk mengobati hati yang sakit ini adalah “Mendo’akan orang yang kita dendami dengan do’a-do’a yang baik dan menghindari mendo’akannya dengan do’a-do’a yang jelek.” Sebab sungguh do’a jelek yang dipanjatkan untuk orang yang didendami tidaklah memberi arti positif bagi yang berdo’a dan yang dido’akan, bahkan penyakit dendam akan semakin subur di hati orang yang mudah mendo’akan orang lain dengan do’a-do’a yang jelek. Jika do’a itu dikabul akan menjadikan orang yang dido’akan akan semakin tidak baik, dan sangat mungkin yang berdo’a ini akan menuai kejahatan baru dari orang yang dido’akan.
Juga disabdakan oleh Rasulullah SAW: “Do’a jelek yang dipanjatkan akan dikembalikan kepada orang yang mendo’akan itu sendiri.” Akan tetapi jika do’a baik dipanjatkan maka di samping hati kita akan merasa bersih ternyata ada janji dari Allah SWT bahwa Allah SWT akan terlebih dahulu memberi kepada orang yang telah mendo’akan sesuai dengan yang dipanjatkan. Subhanallah ! Dan setelah itu, untuk mengetahui apakah masih ada dendam di dalam hati kita atau tidak : Tengoklah ke dalam hati kita masing-masing setelah kita berdo’a : Sudahkah kita bisa dengan penuh kelegaan saat mendo’akan orang-orang yang bermasalah dengan kita dengan do’a-do’a yang baik? Jika belum bisa, nyatakanlah dengan pasti bahwa hati kita masih kotor.

Wallohu a’lam bis showab.

Oleh : Oleh : Buya Yahya Pengasuh LPD Al-Bahjah www.buyayahya.orgwww.buyayahya.tvwww.radioquonline.com

Download Solawat al-Banjari At-Tabassam (Album Syauqun Nabi Vol.1)

Posted on

Assalamualaikum…
Lama tak jumpa… kali ini saya akan berbagi rekaman pribadi album solawat dari Group At-Tabassam. Personil Group ini adalah berasal dari para santri-santri PP Al-Hidayah Putra desa Tarik Kabupaten Sidoarjo.Syauqun Nabiy

Terinspirasi oleh beberapa group banjari terkenal di jawa timur seperti Syauqul Habib, Muhasabatul Qolbi, Zero Faza, NTB, atau juga lagu-lagu dari timur tengah, group ini mencoba untuk menghasilkan karya “Daur Ulang” lagu-lagu mereka meskipun tentunya hasil tak sebaik dari group aslinya 😉 tetapi tetap bersemangat untuk senantiasa bershalawat.

Adapun lagu-lagu yang telah direkam pribadi dari studio PPAH diantaranya :
1. Burdah (Vokal : Cak Mad)
2. Hama Qolbiy (vokal : cak mad)
3. Jaddal Husein (vokal : cak mad, awik)
4. Shalatullah Salamullah (vokal : awik)
5. Ya ‘Asyiqina (vokal : Rizki-Bintang Tamu)
6. Ya Badrotim (vokal : cak mad)
7. An-Nabi Shallu Alaih (vokal : cak mad)
8. Ya Layalis Sa’di (vokal : cak mad)

Yang mau download silahkan klik Link di bawah ini :
Link Mediafire

“Selembar Kertas Berstempel” menghalangiku

Posted on Updated on

Allahu a’lamu bil-ghoib
Allahu A’lamu bil-Qodri

Seringkali diri ini terhanyut dalam lamunan ingin mejadikannya sebagai cita-cita yang dapat terwujud di masa depan. Padahal kita jelas tidaklah mengerti dan tau apa yang akan menimpa kita di masa yang akan datang baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Tapi, inilah yang saat ini terjadi. Kebingungan, kebimbangan, dan keresahan menghampiri hati dan otak ini. Takdirkah? atau Nasibkah? itulah pertanyaan yang sempat terbesit menyertai usaha untuk selalu mengembalikan urusan ini kepada Allah.

Diawali oleh perasaan yang ingin kenal lebih dekat sejak “pandangan pertama” namun di luar kehendak pribadi ada sebuah petimbangan lain yang juga harus jadi patokan memutuskan suatu masalah yakni musyawarah dengan keluarga. Diri ini hanyalah seorang yang tanpa memiliki ilmu dan derajat kealiman yang lebih tinggi daripada orang yang mampu mencuri hati lewat pandangan pertama. Seorang yang hafal al-Qur’an wajah yang menawan dan akhlak yang santun menjadi pertimbangan pribadi untuk ingin lebih dekat. Namun apalah dikata keluarga tidak menghendaki karena alasan “Selembar Kertas Berstempel” yang tidak dimilikinya.

Sabar dan sabar serta berdo’a kepada Allah agar ada jalan keluar. Meskipun demikian, hati ini terbesit ketakutan yang menjadikanku seorang yang kurang percaya diri. Apakah kesabaranku akan berakhir dengan kenyataan yang baik? ataukah aku akan kehilangan apalagi tanpa mendapatkan yang lebih baik? pertanyaan ini selalu muncul ketika kedua mata ini melihatnya dari jauh maupun sekedar melihat fotonya.

Tak ada tanda yang lebih baik dari keadaan yang kualami membuat hati ini perlahan-lahan mengikhlaskan dan menjadikannya seperti saudara sendiri mungkin itulah yang akhirnya aku pilih. Percakapan yang dulunya saja jarang kini sudah idak pernah sama sekali dan Foto yang dulu tersimpan dalam hardisk laptop kuhapus seluruhnya tanpa tersisa satupun sehingga lama kelamaan aku menduga dan mendoakan dia mendapat calon pendamping yang jauh lebih baik dariku.

Kabar telah kudengar dia akan segera menuju pelaminan. Bukan sedih yang kurasakan justru bahagia mendengarnya karena akhirnya aku tak akan memikirkan dia lagi dan sudah bukan lagi menjadi masalah yang harus aku pikirkan.

Sore hari aku mampir ke rumah saudaraku yang kebetulan dulunya sangat dekat dengan dia. Tanpa banyak bicara saudaraku mengatakan bahwa dulu aku akan diberikan jalan untuk kenal lebih dekat dengannya, begitu juga sebenarnya harapan orang tuanya juga ingin bisa dekat denganku. Namun itu dulu, sekarang sudah terlanjur gayung tak bersambut. saudaraku mengatakan tidak berani mendekatkan aku karena memang karena “Selembar Kertas Berstempel” yang dipermasalahkan keluargaku.

Kenapa baru bicara sekarang?
Kenapa dengan keadaan tanpa “Selembar Kertas Berstempel” menjadi masalah serius dan mutlak?
Tak punyakah aku hak memilih jalanku sendiri?
Tak cukupkah status Hafal al-Qur’an itu membawa ke “surga”?
Adakah yang lebih baik darinya?
Apakah Tuhan masih menyimpan penggantinya untukku?

Ya Allah ya Rabbiy…
Berilah aku rahmatMu
Kasihilah aku dengan RidloMu
Hiburlah aku dengan Kehendak Baikmu
Jangan jauhi aku
Selalulah ada untukku
Jadikan aku selalu ingat kepadaMu
Berikan aku kekuatan untuk mengembalikan urusan ini padaMu
Ya Rabbiy.. Bimbinglah aku selalu dalam Iman
Ya Rabbiy.. Aku yakin dengan kuasaMu dan KehendakMu kuinginkan lebih baik dari yang kurasakan saat ini..